Skorr

Latar suasana kutipan cerita Pak Pong

Sastra Bahasa Indonesia · SMA medium

Cermati kutipan berikut!

Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta! Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu ....

Latar suasana pada cuplikan cerita tersebut terdapat pada kalimat ...

  1. A
    Jakarta, kesibukannya, Bina Graha, gedung-gedung itu memancarkan kilauan lampu.
  2. B
    Pak Pong menatap kota dengan dendam di dalam hatinya penuh benci dan marah.
  3. C
    Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya yang sangat disayangi.
  4. D
    Lampu-lampu berkilau terasa menusuk-nusuk matanya, kebisingan kota menyayat hatinya.
  5. E
    Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam karena ia telah kehilangan adiknya.

Kunci jawaban

D

Penjelasan singkat

Latar suasana (gemerlap dan bising kota yang menekan batin tokoh) terlukis pada kalimat pertama: lampu menusuk mata, kebisingan menyayat hati.

(Jawaban draft awal — dapat disempurnakan lewat fitur suggest-answer / tinjauan.)

Latar suasana adalah gambaran keadaan yang membangun rasa dalam cerita. Kalimat “Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya” melukiskan suasana kota yang gemerlap-bising sekaligus menekan perasaan tokoh → D.

B, C, E berisi peristiwa/perasaan tokoh (dendam, kehilangan); A hanya menyebut objek kota. Jawaban: D.

Catatan: kutipan aslinya berasal dari cerpen yang berhak cipta dan di sini ditulis ulang sebagai prosa orisinal; nama Pak Pong, Paijo, Jakarta, dan Bina Graha dipertahankan karena muncul dalam opsi jawaban, dengan unsur latar-suasana pembentuk kunci dijaga.

✎ Teks pada soal ini disusun ulang secara orisinal (bukan salinan sumber berhak cipta). Jenis soal, tingkat kesukaran, dan kunci jawaban tetap setara.

⚡ Latihan Bahasa Indonesia SMA