Skorr

Kalimat kritik teknik penceritaan Ziarah dan Publik

Sastra Bahasa Indonesia · SMA hard

Bacalah paragraf berikut dengan saksama!

Dalam karya Iwan Simatupang, Ziarah, misalnya setiap peristiwa yang menimpa tokoh kita terjalin dalam rangkaian yang tidak menunjukkan hubungan kualitas, karena peristiwa itu hanya terjadi dalam pikiran atau batin tokoh itu. Khayalan dan imajinasi tumpang tindih dengan kejadian yang dialami oleh tokoh ini. Teknik penceritaan tersebut juga digunakan oleh tokoh Putu Wijaya. Hampir semua novelnya bercirikan teknik penceritaan demikian. Dalam Publik, misalnya, Putu Wijaya bercerita tentang banyak tokoh dan para tokohnya mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri.

Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan dalam paragraf tersebut adalah ...

  1. A
    Di sini hadir banyak tokoh yang seolah–olah dia berada dalam diri tokoh yang lain.
  2. B
    Di sini hadir banyak tokoh, tetapi tidak jelas siapa mana tokoh yang menjadi tokoh utamanya.
  3. C
    Pikiran pengarang digunakan oleh tokoh-tokoh yang dihadirkan dari berbagai tingkat dan lingkungan.
  4. D
    Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam impian para tokoh cerita tidak boleh dianggggap sebagai peristiwa nyata.
  5. E
    Karena banyak tokoh dalam sebuah cerita dan membingungkan, seyogyanya dijadikan cerpen saja.

Kunci jawaban

B

Penjelasan singkat

Kritik yang berpijak pada teks: banyak tokoh yang mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri → tokoh utamanya menjadi tidak jelas.

(Jawaban draft awal — dapat disempurnakan lewat fitur suggest-answer / tinjauan.)

Kalimat kritik = penilaian (biasanya kelemahan) yang didukung data teks. Teks menyebut novel Putu Wijaya bercerita tentang banyak tokoh dan para tokohnya mengembangkan peristiwanya sendiri-sendiri — konsekuensi kritisnya: pembaca kehilangan pegangan tentang tokoh utama → B.

A sekadar deskripsi; C tidak didukung teks; D berupa larangan yang tidak relevan; E penilaian berlebihan (menyuruh dijadikan cerpen). Jawaban: B.

⚡ Latihan Bahasa Indonesia SMA