Skorr

Peribahasa nasi sudah menjadi bubur dalam drama

Kebahasaan Bahasa Indonesia · SMA medium

Cermati kutipan drama berikut!

Hendra : Apa yang sedang kaupikirkan Syam? (duduk di samping Syamsu)

Syamsu : Kalau aku mendengar nasihat ibuku dulu, tentu aku sudah sukses sepertimu. Hidupmu sudah tenang sekarang.

Hendra : Semua ini kudapat dengan kerja keras, Kautahu kan kehidupan orang tuaku. Dapat pagi habis petang.

Syamsu : Aku tahu itu. Lihatlah kehidupanku sekarang. Bagai kerakap tumbuh di batu.

Hendra : Tidak usah kausesali lagi. ... Yang penting kaupikirkan kelanjutan hidupmu untuk masa yang akan datang. Aku akan membantumu, melepaskanmu dari kesulitan ini.

Syamsu : Terima kasih. Kaubenar-benar sahabat sejati.

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ....

  1. A
    Ada batang cendawan tumbuh
  2. B
    Bagai makan buah simalakama
  3. C
    Seperti membuang garam ke laut
  4. D
    Nasi sudah menjadi bubur
  5. E
    Tiada rotan akar pun jadi

Kunci jawaban

D

Penjelasan singkat

Konteksnya penyesalan yang tak bisa diubah → nasi sudah menjadi bubur.

(Jawaban draft awal — dapat disempurnakan lewat fitur suggest-answer / tinjauan.)

Syamsu menyesali masa lalunya (tidak mendengar nasihat ibu), dan Hendra menimpali “Tidak usah kausesali lagi …” — peribahasa yang menyatakan sesuatu sudah telanjur, tak dapat dikembalikan adalah nasi sudah menjadi buburD.

Bagai makan buah simalakama = serba salah; membuang garam ke laut = pekerjaan sia-sia; tiada rotan akar pun jadi = yang ada pun mencukupi — tidak cocok konteks. Jawaban: D.

⚡ Latihan Bahasa Indonesia SMA